Thursday, December 30, 2010

(= RIJAL IDAMANKU =)



Rijal idamanku adalah seorang lelaki yang buta, bisu, bakhil dan papa...

 Biarlah dia seorang yang buta…Buta kerana matanya sunyi dari melihat perkara-perkara maksiat dan lagha,Juga buta kerana kedua-dua matanya terpelihara  dari memandang aurat wanita ajnabi…Asalkan kedua-dua matanya terang dalam memerhati keagungan ciptaan Allah,Asalkan dia celik dalam melihat kesengsaraan umat Islam di Palestin, Bosnia, Ambon dan seumpamanya.

  
Biarlah dia seorang yang bisu...Bisu dari pujuk rayu yang bisa menggoncang keimanan,Bisu dari mengungkapkan ungkapan yg bisa meracun fikiran,Juga bisu dari perkataan yang bisa mengundang kekufuran...Asalkan bibirnya sentiasa basah mengingati Tuhan,Asalkan lidahnya tidak pernah lekang dari membaca Al-Quran,Asalkan dia petah membangkang kemungkaran,dan asalkan dia lantang menyuarakan kebenaran.

 Biarlah dia seorang yang bakhil...Bakhil dalam memberi senyuman kepada wanita yang bukan mahramnya,Bakhil dalam meluangkan masa untuk membuat temujanji dengan wanita ajnabi yang boleh dinikahinya,Juga bakhil untuk menghabiskan wang ringgitnya untuk seorang wanita yang tidak sepatutnya...Tetapi dia begitu pemurah meluangkan masanya untuk beribadah dengan Khaliqnya,Dia begitu pemurah untuk mempertahankan aqidahnya,Pemurah dalam memberikan nasihat dan teguran,Sehingga dia sanggup menggadaikan hartanya bahkan nyawanya demi melihat kalimah syahadah kembali megah di muka dunia!


Dan biarlah dia seorang yang papa...Papa dalam melakukan perkara maksiat,Papa dalam ilmu-ilmu yang tidak berfaedah dan tidak bermanfaat,Juga papa dalam memiliki akhlaq mazmumah...Tetapi dia cukup kaya dalam pelbagai ilmu pengetahuan yang berfaedah lagi bermanfaat,Dia begitu kaya memiliki ketinggian akhlaq dan budi pekerti yang mulia,Dia begitu kaya dengan sifat sabar dalam mengharungi kesengsaraan hidup,Dan dia seorang yang kaya dalam menanam impian untuk menjadi seorang syuhada yang syahid di jalan Allah!

Yang dicari bukanlah putera raja,tetapi seorang putera agama...Yang diimpi, biarlah tak punya rupa,asal sedap dipandang mata...Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani,asalkan sihat rohani, sempurna hati...Yang diharap, bukan jihad pada semangat,asal perjuangannya ada matlamat...Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang,kerana ku sedar diri ini hanyalah serikandi dengan silam yang kelam...Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata,cukuplah akad dan janji setia...Dan yang akan terjadi,andai tak sama kehendak hati,tetap akan ku redha dengan ketetapan Ilahi…

Tuesday, December 28, 2010

ApA jAwApAnMu

BISMILLAHHIRAHMANIRRAHMIH...

Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu;.
1)Keluarga
2)Hartanya
3)Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu ;
1)Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2)Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad ...
Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik,
" Wahai Fulan Anak Si Fulan..
· - Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu?
· - Apakah Kau Yang Telah Mengumpul Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Mengumpulmu?
· - Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu?
· - Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu?"

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan ....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
" Wahai Fulan Anak Si Fulan...
· - Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah?
· - Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara?
· - Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa?
· - Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini ghaib Tak Bersuara? "

Ketika Mayat Siap Dikafan ...
Suara Dari Langit Terdengar Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan
· - Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Redha
· - Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
· - Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
· - Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
· - Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

Ketika MayatDiusung. ...
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
· - Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
· - Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Taubat
· - Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."

Ketika Mayat Siap Disolatkan ....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
· - Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
· - Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
· - Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."

Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahad....
terdengar Suara Memekik Dari Langit,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
· Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini?
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
· - Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
· - Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
· - Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian... .
Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku ....
.· Kini Kau Tinggal Seorang Diri· Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
· Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
· Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
· Padahal , Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
· Hari Ini,....
· Akan Kutunjukan Kepadamu· Kasih Sayang-Ku
· Yang Akan Takjub Seisi Alam· Aku Akan Menyayangimu
· Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman ,
" Wahai Jiwa Yang Tenang· Kembalilah Kepada Tuhanmu
· Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya· Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
· Dan Masuklah Ke Dalam Jannah -Ku"

Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini.Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadithnya yang lain, baginda bersabda "wakafa bi almauti wa'idha", ertinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!
Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin....

Thursday, December 23, 2010

ALLAH-cIntA kEkAl AbAdI-


Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustaz kuresapi…
Tentang cinta para nabi.
Tentang kasih para sahabat.
Tentang mahabbah para sufi.
Tentang kerinduan para syuhada.
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam.
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…


Tapi Ya Rabbi,
Berbilang detik, minit, jam, hari,bulan dan kemudian tahun berlalu…
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama,
tapi… Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu…
Aku makin merasakan gelisahku membadai…
Dalam cita yang mengawang.
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi…
Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan…

Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, minit, jam, hari, bulan dan tahun berlalu…
Aku mencuba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali.
Menatap, memohon dan menghibaMu...

Allahu Rahiim,
Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku

Allahu Rahmaan,
Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku Dengan segala kelemahanku.

Ya Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa.
Kerana itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku.

Ya Rabbii,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu Bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad.
Atau Uthsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dinMu.
Izinkan aku mencintaiMu, melalui recehan-dua yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di tepi jambatan.
Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ya Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan khusyuknya solat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh menujah di kakinya. Kerana itu Ya Allah,
perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam solat yang cuba kudirikan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Ya Rabbii,
Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,
yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rakaat lailku.
Dalam satu dua sunnah nafilahMu.
Dalam desah nafas kepasrahan tidurku.

Yaa Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah,
yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Maha Rahiim,
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DinMu.
Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.
Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,
Aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya,
bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku,
dengan mencintai sahabat-sahabatku,
dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanurrahiim,
Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.


Wednesday, December 22, 2010

AkU impikAn mUjAhid islAm

             

               Terkadang hati ini tertanya-tanya, siapakah pendamping hidupku kelak? Siapakah mujahid yang bakal menjadi imam pada setiap solatku? Resah gelisah hati menunggu, mengira setiap detik dan waktu, adakah impian ini akan menjadi kenyataan? Bersama-sama si mujahid, menemaninya dalam perjuangannya. Doaku padaNya “Ya Allah, kurniakanlah kepada ku hamba Mu yang soleh sebagai nakhoda duniaku, agar dia dapat melayar dan membimbing hidupku menuju syurgaMu…”

             Arghh..apakah aku terlalu bercita-cita? Layakkah diri ini mengimpikan seorang mujahid sedang diri bukanlah seorang mujahidah? Bukan jua impian sang mujahid. Ya Allah, aku lupa.. seorang mujahid, tujuannya satu… berjuang malah berkorban untuk menegakkan Deen-ul-haqq. Tapi, sanggupkah diri ini hanya memperoleh secebis hati si mujahid yang telah sarat dengan cintanya kepada yang lebih berhak?? Sanggupkah diri ini sering ditinggalkan tatkala si mujahid perlu ke medan juang?? Malah sanggupkah diri ini melepaskan si mujahid pergi sedangkan hati ini tahu si mujahid yang teramat dicintai mungkin akan keguguran di medan juang??..Mampukah aku mengingatkan si mujahid tatkala dia terlupa dan terleka dari cintanya dan tugasnya demi Rabbnya?? Atau aku juga akan turut hanyut malah lebih melemaskan lagi si mujahid dengan cinta duniawi?? Ya Allah, akukah yang akan menjadi fitnah yang melekakannya dari perjuangannya yang dulu cukup ikhlas hanya untuk Rabbnya??? Oh tidak!! Aku tidak mahu menjadi penyebab si mujahid leka akan tanggungjawabnya yang lebih besar…tanggungjawabnya untuk Ad-Deen ini.

               Ah..sudahlah wahai hati, hentikan saja angan-anganmu, hentikan saja kiraan waktumu… Masanya belum tiba untuk kau memiliki si mujahid, kerana kau sendiri belum lagi menjadi seorang mujahidah yang sebenar!! Hati, janganlah kau sibuk mengejar cinta mujahid, tetapi kejarlah cinta Penciptanya. Hati, janganlah kau lekakan aku dengan angan-anganmu…sedangkan masih terlalu banyak ilmu yang perlu kau raih. Hati, sedarkah engkau ujian itu sunnah perjuangan?? Tapi kau masih terlau rapuh untuk menghadapinya…kau perlu tabah!! Dan aku tahu, kau tak mampu untuk menjadi sebegitu tabah hanya dalam sehari dua… Duhai hati, bersabarlah… perjalanan kita masih jauh. Bersabarlah…teruskan doamu..


Pesanan Buat Diri Ini Dan Kalian Semua.....

Jika mahu mendapatkan yang soleh, kurangkan sedikit agenda menCARI si Soleh, tetapi berusahalah menJADI yang solehah. Jika inginkan yang solehah,janganlah cerewet sangat menCARI yang solehah,tetapi berusahalah menJADI yang soleh.Bertemu yang solehah, solehahnya dia belum tentu kekal. Bertemu yang soleh, solehnya boleh berubah…

kerana si solehah dan si soleh adalah insan biasa. Tetapi jika semua orang fokus kepada JADI dan bukannya CARI, maka ramailah calon, dan mudahlah sedikit kehidupan. Dan kita sendiri tidak bimbang untuk berumahtangga dengan pasangan ‘itu’ walaupun mungkin tidak 100% (30% pun belum tentu)mengenalinya.Apa yang nak dibimbangkan, kita berkahwin sebagai sebahagian daripada proses untuk MENJADI, bukan MENCARI...

Monday, December 20, 2010

IzInkAn AkU mEnAtApmU cIntA...

Sungguhkah engkau telah menatap cinta,
hingga lekuk aura yang susah dijangkau secara mata kasar?
Telahkah engkau mengenal cinta hingga pada taraf ma’rifat yang sesungguhnya?
Atau ketika engkau berbicara dengannya, dengan bahasa jiwa,
kau dengarkan alunan tembangnya yang berisikan pujian bunga-bunga, tentang keindahan!.
Apakah kau telah mengenal cinta dalam wujud yang sesungguhnya.

Atau kau hanya pura-pura tahu dan mengerti,
padahal kau tak pernah membaca hakikat yang sesungguhnya.
Sungguh, seperti saat ini, ketika cinta menyapa jiwamu dengan tembangnya,
engkau baru mengenalnya, baru mengenalnya pada tataran sapa dan suara.
Kau belum tahu siapa cinta yang sebenarnya.

Apakah cinta yang datang kepadamu adalah benar-benar cinta yang ditakdirkan-Nya untukmu,
atau hanya cinta yang mencuba merayumu dengan jeratan palsu,
atau ia datang hanya untuk membunuhmu.
Engkau mengenal cinta yang sebenarnya.
Bahkan, sekalipun engkau telah mengenalnya,
engkau masih belum boleh membezakan antara cinta dan sapaan kecil dalam jiwa.

Engkau menyangka cinta adalah suara,
engkau menyangka cinta adalah jiwa yang menyala.
Suatu saat cinta akan tiba dan memanggilmu dengan panggilan mesra,
kadang ia bermetamorfosa menjadi tangan-tangan yang
menggerakkan seluruh persendianmu menuju jalan kupu-kupu.

Suatu saat, ia bermetamorfosa menjadi racun yang mencekik lehermu.
Suatu saat ia terbang dan meninggalkanmu bersama
ribuan kebencian yang sengaja kau undang setiap pesta cinta tiba di jalan tiba-tiba.
Engkau masih terlalu kebudakan untuk mengerti cinta yang sesungguhnya.