Monday, December 20, 2010

IzInkAn AkU mEnAtApmU cIntA...

Sungguhkah engkau telah menatap cinta,
hingga lekuk aura yang susah dijangkau secara mata kasar?
Telahkah engkau mengenal cinta hingga pada taraf ma’rifat yang sesungguhnya?
Atau ketika engkau berbicara dengannya, dengan bahasa jiwa,
kau dengarkan alunan tembangnya yang berisikan pujian bunga-bunga, tentang keindahan!.
Apakah kau telah mengenal cinta dalam wujud yang sesungguhnya.

Atau kau hanya pura-pura tahu dan mengerti,
padahal kau tak pernah membaca hakikat yang sesungguhnya.
Sungguh, seperti saat ini, ketika cinta menyapa jiwamu dengan tembangnya,
engkau baru mengenalnya, baru mengenalnya pada tataran sapa dan suara.
Kau belum tahu siapa cinta yang sebenarnya.

Apakah cinta yang datang kepadamu adalah benar-benar cinta yang ditakdirkan-Nya untukmu,
atau hanya cinta yang mencuba merayumu dengan jeratan palsu,
atau ia datang hanya untuk membunuhmu.
Engkau mengenal cinta yang sebenarnya.
Bahkan, sekalipun engkau telah mengenalnya,
engkau masih belum boleh membezakan antara cinta dan sapaan kecil dalam jiwa.

Engkau menyangka cinta adalah suara,
engkau menyangka cinta adalah jiwa yang menyala.
Suatu saat cinta akan tiba dan memanggilmu dengan panggilan mesra,
kadang ia bermetamorfosa menjadi tangan-tangan yang
menggerakkan seluruh persendianmu menuju jalan kupu-kupu.

Suatu saat, ia bermetamorfosa menjadi racun yang mencekik lehermu.
Suatu saat ia terbang dan meninggalkanmu bersama
ribuan kebencian yang sengaja kau undang setiap pesta cinta tiba di jalan tiba-tiba.
Engkau masih terlalu kebudakan untuk mengerti cinta yang sesungguhnya.


No comments:

Post a Comment